Monday, April 1, 2013

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C  Paket C, Kejar Paket C Pendapat senada juga ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. Sampai saat ini, kata dia, belum ada ketentuan yang mengatur ke program mana siswa SMK harus dimasukkan pada UN Kejar Paket C. Karena tidak diatur, berarti siswa bebas menentukan pilihannya sendiri yang dinilainya paling menguntungkan atau punya peluang lebih besar untuk lulus. "Itu sepenuhnya diserahkan kepada siswa bersangkutan," tegasnya.

Dia mengingatkan, tidak ada jaminan peserta ujian Kejar Paket dari sekolah formal akan lulus dengan mudah. Sama seperti UN di sekolah formal, ujian Kejar Paket juga menerapkan standar nilai minimal kelulusan yang sama dengan UN SMA. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, seluruh siswa sekolah formal yang mengikuti UN Kejar Paket C di Kabupaten Jembrana dinyatakan gagal alias tidak lulus. "Saat itu, tercatat 32 orang siswa dari sekolah formal ikut ujian di mana tidak seorang pun yang berhasil meraih standar nilai kelulusan terendah. Akibatnya, kesempatan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada tahun ini praktis tertutup rapat. Itu membuktikan bahwa UN Kejar Paket C tidak sekadar formalitas tetapi tetap menuntut kualitas sehingga seluruh peserta ujian dituntut mempersiapkan diri dengan baik," tegasnya. (kmb13

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C

Paket C, Kejar Paket C

Misbach mengatakan, pada umumnya anak SMA/MA/SMK malu ikut ujian Kejar Paket C. Karena dalam pandangan mereka, program itu hanya untuk orang tua yang tak dapat melanjutkan jenjang pendidikan dari SMP ke SMA. Padahal, sebenarnya program tersebut untuk siapa saja termasuk mereka yang tidak lulus UN tahun ini.
''Untuk kepentingan pendidikan, sebenarnya mereka tak perlu malu. Sebab, kalau usia belajar ini tak segera diselesaikan dengan tepat waktu, akan merugi. Lebih-lebih tuntutan hidup belakangan ini terus berkembang sehingga kita haus pandai menyesuaikan. Kalau tidak, pasti tertinggal dengan perkembangan zaman,'' paparnya.

Sunday, March 17, 2013

Homeschooling resmi, homeschooling di bogor, homeschooling di depok, homeschooling di tangerang

Homeschooling resmi, homeschooling di bogor, homeschooling di depok, homeschooling di tangerang Dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orangtua masing-masing. Alasannya: terdapat kebutuhan-kebutuhan yang dapat dikompromikan oleh beberapa keluarga untuk melakukan kegiatan bersama. Contohnya kurikulum dari Konsorsium, kegiatan olahraga (misalnya keluarga atlit tennis), keahlian musik/seni, kegiatan sosial dan kegiatan agama

Homeschooling resmi, homeschooling di bogor, homeschooling di depok, homeschooling di tangerang Komunitas homeschooling Gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, musik/seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelajaran. Komitmen penyelenggaraan pembelajaran antara orang tua dan komunitasnya kurang lebih 50:50.

homeschooling di bekasi, homeschooling bekasi, homeschooling di cikampek, homeschooling di cikarang

homeschooling di bekasi, homeschooling bekasi, homeschooling di cikampek, homeschooling di cikarang sejumlah mitos yang dinilainya keliru tentang homeschooling selama ini. Misalnya, anak kurang bersosialisasi, orang tua tidak bisa menjadi guru, orang tua harus tahu segalanya, orang tua harus meluangkan waktu 8 jam sehari, waktu belajar tidak sebanyak waktu belajar sekolah formal, anak tidak terbiasa disiplin dan seenaknya sendiri, tidak bisa mendapatkan ijazah dan pindah jalur ke sekolah formal, tidak mampu berkompetisi, dan homeschooling mahal. "Itu keliru," ucapnya.
Ada beberapa klasifikasi format homeschooling, yaitu:
1. Homeschooling tunggal
Dilaksanakan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya karena hal tertentu atau karena lokasi yang berjauhan.

Homeschooling di jakarta utara, homeschooling jakarta utara.

Homeschooling di jakarta utara, homeschooling jakarta utara. perlunya dukungan penuh dari orang tua untuk belajar, menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, dan memelihara minat dan antusias belajar anak. Karena dibalik kemudahan, Sekolah rumah juga memerlukan kesabaran orangtua, kerja sama antaranggota keluarga, dan konsisten dalam penanaman kebiasaan.

Homeschooling di jakarta timur, homeschooling Jakarta Timur

Homeschooling di jakarta timur, homeschooling Jakarta Timur Penerapan Homeschooling
Kemunculan homeschooling sebagai salah satu alternatif memang perlu dibuktikan keberhasilannya sebagai sebuah kompetisi proses menimba melalui sistem non formal.
Secara etimologis, home schooling (HS) adalah sekolah yang diadakan di rumah. Meski disebut home schoooling, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak bisa belajar di mana saja dan kapan saja asal situasi dan kondisinya benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti layaknya berada dirumah.  Keunggulan secara individual inilah yang memberi makna bagi terintegrasinya mata pelajaran kepada peserta didik.

Raport homeschooling, raport resmi homeschooling

Raport homeschooling, raport resmi homeschooling Menurut Ela Yuliawati, pandangan ini memberikan pengertian luas kepada setiap orang untuk lebih mengekspresikan keinginan dan kemampuan dalam menimba ilmu, tidak hanya di lingkungan yang dinamakan sekolah. Bahkan kesempatan mendapatkan ilmu yang lebih juga memiliki peluang besar sejalan dengan perkembangan pendidikan.

Hal ini yang kemudian membuat homeschooling dipilih sebagai salah alternatif proses belajar mengajar dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Hingga kemudian model homeschooling (Sekolah Rumah) dimasukan dalam revisi UU pendidikan no 20 tahun 2003.